Palangka Raya, (satpolpp.kalteng.go.id) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kalimantan Tengah melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) melaksanakan patroli terpadu pemantauan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Mahir Mahar (Lingkar Luar), Kota Palangka Raya, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini melibatkan tiga regu patroli yang menyisir seluruh ruas Jalan Mahir Mahar mulai dari persimpangan Jalan RTA Milono hingga Jalan Tjilik Riwut sebagai langkah deteksi dini sekaligus upaya pencegahan karhutla.
Patroli dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas Kepala Satpol PP Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 000.1.2.3/367/POL PP dengan sasaran pemantauan kawasan rawan karhutla, sosialisasi kepada masyarakat, serta deteksi dini terhadap potensi munculnya titik api. Seluruh personel dibekali kendaraan operasional roda dua, alat komunikasi, serta perlengkapan pendukung patroli sesuai prosedur operasional.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Tengah, Baru I. Sangkai, S.Pd., M.Si., mengatakan patroli rutin merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi musim kemarau yang identik dengan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Patroli terpadu ini merupakan langkah preventif untuk memastikan setiap potensi karhutla dapat dideteksi sedini mungkin. Selain melakukan pemantauan, personel kami juga mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pencegahan adalah kunci utama menjaga Kalimantan Tengah tetap aman dari karhutla,” ujar Baru.
Regu I yang dipimpin Herwandie, S.E. melaksanakan patroli di sepanjang Jalan Mahir Mahar mulai dari persimpangan Jalan RTA Milono hingga Jalan G. Obos. Personel melakukan penyisiran kawasan, memantau kondisi lahan di sekitar jalur patroli, sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla.
Herwandie menyampaikan bahwa selama patroli berlangsung tidak ditemukan adanya titik api maupun aktivitas pembakaran lahan.
“Hasil pemantauan Regu I menunjukkan situasi di wilayah patroli dalam keadaan aman dan kondusif. Kami terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca mulai memasuki musim kemarau,” katanya.

Pada sektor kedua, Regu II yang dipimpin Rudy Dhaniyanto melaksanakan patroli di ruas Jalan Mahir Mahar mulai dari persimpangan Jalan G. Obos hingga Jalan Banteng. Selain memantau kondisi wilayah, personel juga berdialog dengan masyarakat untuk menyampaikan imbauan pencegahan karhutla.
Menurut Rudy, patroli berjalan lancar dan tidak ditemukan indikasi kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi memicu karhutla.
“Selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, tidak ditemukan titik api maupun pembakaran lahan. Kami terus mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla,” ujarnya.
Regu III Temukan Lahan Kering Berpotensi Terbakar
Sementara itu, Regu III di bawah komando Titiek Maryani, S.H. menyisir kawasan Jalan Mahir Mahar mulai dari persimpangan Jalan Banteng hingga Jalan Tjilik Riwut. Sebelum patroli lapangan, tim melakukan koordinasi dengan Kecamatan Jekan Raya untuk memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan karhutla.

Dalam patroli tersebut, Regu III menemukan sejumlah lahan bekas tebasan dan vegetasi yang telah mengering sehingga berpotensi menimbulkan kebakaran apabila tidak dikelola dengan baik. Meski demikian, tidak ditemukan titik api dan kondisi wilayah secara umum tetap aman.
“Kami menemukan beberapa lahan bekas tebasan yang sudah mengering sehingga memiliki potensi terbakar apabila terjadi cuaca panas berkepanjangan. Oleh karena itu kami langsung memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati, tidak membakar lahan, dan segera melapor apabila menemukan titik api,” jelas Titiek Maryani.
Melalui patroli terpadu yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Satpol PP Provinsi Kalimantan Tengah berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan semakin meningkat. Sinergi antara pemerintah, aparat di lapangan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya deteksi dini sehingga potensi karhutla dapat dicegah sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
(Penulis: HKY, Editor: AAR/YS, Layout: YS, Foto: Tim Media)