Palangka Raya, (satpolpp.kalteng.go.id) – Tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Brimob, dan relawan berjuang selama tiga hari menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Sinar Kahayan, Palangka Raya.
Operasi pemadaman yang berlangsung sejak Senin (14/9/2026) hingga Rabu (16/9/2026) ini dilakukan dengan cepat menyusul lokasi titik api yang sangat dekat dengan panti asuhan dan panti rehabilitasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kelurahan Kereng Bangkirai.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran yang memimpin operasi sejak hari pertama, Simerman mengatakan, memadamkan api di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri. Tim di lapangan harus berhadapan dengan ground fire atau kebakaran bawah tanah.
Menurutnya, meski api di permukaan yang melahap tanaman pakis tampak sudah padam, bara merah acap kali masih menjalar secara diam-diam di kedalaman akar gambut. Kondisi tersebut membuat tim gabungan membutuhkan waktu tiga hari penuh untuk melakukan proses mopping up (pendinginan lahan total). Proses ini dilakukan dengan menyuntikkan air ke dalam tanah agar titik api baru tidak kembali muncul.
Dalam proses pendinginan pada Selasa (15/9/2026), dua titik api baru sempat terpantau kembali muncul. Lima personel Satpol PP Kalteng bersama satu unit mobil damkar berkapasitas 600 liter langsung dikerahkan untuk memompa air dari kanal terdekat guna menahan laju perluasan api.

Puncak penyisiran membuahkan hasil pada hari ketiga. Berbekal Alat Pelindung Diri (APD) standar, mesin pompa ministrike, dan puluhan meter selang ukuran 2,5 inci, tim terus menyisir sisa-sisa bara di bawah permukaan hingga Rabu (16/9/2026) pukul 14.00 siang.
Kini, tanah gambut yang sebelumnya bersuhu ekstrem dan mengepulkan asap tebal telah dipastikan basah, dingin, dan aman dari ancaman kebakaran susulan.
Kepala Satpol PP Provinsi Kalteng, Baru I Sangkai menegaskan, kehadiran personelnya di lapangan adalah bentuk pelindungan dan pengayoman langsung kepada masyarakat yang terdampak karhutla.

“Operasi tiga hari ini adalah bukti komitmen kami di garis depan bersama unsur terkait,” tegas Baru, Rabu.
Pihaknya juga mengimbau dan mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar, karena asap dan api yang ditimbulkan dapat mengancam keselamatan warga lainnya, terutama kelompok rentan.


(Penulis: HKY, Editor: AAR/YS, Layout: YS, Foto: Tim Media)