Palangka Raya, (satpolpp.kalteng.go.id) – Tim Reaksi Cepat (TRC) Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Tengah memastikan kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Nagasari, Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya, dalam kondisi aman dan tidak ditemukan titik api maupun indikasi kebakaran saat patroli rutin yang dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026).
Patroli tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pemantauan daerah rawan karhutla memasuki musim kemarau. Kegiatan dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas Kepala Satpol PP Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 000.1.2.3/331/POL PP tentang Patroli Tim Reaksi Cepat Tanggap Bencana dan Pemantauan Daerah Rawan Karhutla Tahun 2026.

Sebelum turun ke lapangan, seluruh personel mengikuti briefing yang dipimpin oleh Pengawas, Inge Mawarny, S.E., terkait tugas, fungsi, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) patroli. Selanjutnya Tim III yang dipimpin Komandan Regu III, Titiek Maryani, S.H., bergerak menuju Jalan Nagasari dan sekitarnya sesuai rute yang telah ditetapkan.
Selama patroli, personel melakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang Jalan Nagasari yang didominasi kawasan perkebunan masyarakat dan lahan kosong. Kondisi tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama saat musim kemarau dengan vegetasi yang mulai mengering.
Selain melakukan pemantauan, petugas juga menyampaikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan, serta mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tidak ditemukan titik api maupun aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Meski demikian, petugas mencatat sebagian vegetasi berupa semak belukar telah mengalami kekeringan akibat cuaca panas sehingga potensi kebakaran tetap perlu diwaspadai.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Tengah, Baru I Sangkai, S.Pd., M.Si., mengatakan patroli rutin merupakan langkah preventif untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat dideteksi sedini mungkin sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
“Pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam penanganan karhutla. Melalui patroli rutin, kami memastikan wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi tetap terpantau sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya karhutla di Kalimantan Tengah,” ujar Baru.
Ia menambahkan, memasuki musim kemarau seluruh personel Satpol PP yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat akan terus meningkatkan intensitas patroli sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Sementara itu, Komandan Regu III, Titiek Maryani, S.H., menyampaikan bahwa selama pelaksanaan patroli seluruh personel menjalankan tugas sesuai prosedur dan fokus pada deteksi dini terhadap potensi kebakaran.
“Hasil patroli hari ini menunjukkan kawasan Jalan Nagasari dan sekitarnya masih dalam kondisi aman serta tidak ditemukan titik api maupun aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Namun demikian, kami tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama karena kondisi vegetasi mulai mengering akibat musim kemarau. Patroli akan terus kami lakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan dini,” katanya.
Patroli kemudian diakhiri dengan pengecekan personel sebelum seluruh anggota kembali ke Markas Satpol PP Provinsi Kalimantan Tengah dalam keadaan aman dan lengkap. Satpol PP Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upaya pencegahan karhutla melalui patroli, pemantauan, dan edukasi kepada masyarakat guna menjaga keamanan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan di wilayah Kalimantan Tengah.
Penulis: HKY, Editor: AAR/YS, Layout: YS, Foto: Tim Media)