Palangka Raya, (satpolpp.kalteng.go.id) – Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Jekan Raya, Kamis (23/4).
Kegiatan diawali pada pukul 08.00 WIB dengan briefing singkat yang dipimpin oleh Plt. Kasi Bina Potensi Masyarakat, Ibu Inge Mawarny, S.E., selaku pengawas kegiatan. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kewaspadaan serta pendekatan persuasif kepada masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla.

Sebelum turun ke lapangan, tim terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Jekan Raya guna memperoleh data serta informasi terkait kondisi wilayah. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, tim kemudian dibagi menjadi dua regu untuk menjangkau area patroli yang lebih luas.
Tim 1 melaksanakan patroli dengan rute Jl. Slamet, Jl. Delli Bangkan, dan Jl. Hiu Putih Lanjutan. Sementara itu, Tim 2 menyisir Jl. Yos Sudarso Lanjutan (ujung), Jl. G Obos Lanjutan (ujung), serta sepanjang Jl. Mahir Mahar hingga Jl. RTA Milono.
Patroli ini difokuskan pada pemantauan wilayah yang berpotensi rawan karhutla, khususnya lahan tebasan milik warga dan lahan kering.

Dalam pelaksanaannya, tim mendapati sejumlah warga yang sedang beraktivitas di lahan, serta menemukan beberapa titik lahan tebasan baru maupun lama yang berpotensi menimbulkan risiko kebakaran apabila dilakukan pembakaran.
Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas secara langsung memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Edukasi ini disampaikan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya karhutla, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan serta mematuhi peraturan yang berlaku. Tim juga menyampaikan dampak buruk karhutla serta sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan.

Diketahui, Provinsi Kalimantan Tengah termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla yang cukup tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih kering dan panjang akibat fenomena El Nino, dengan awal musim kemarau diperkirakan terjadi pada akhir Mei dan puncaknya pada Juli hingga Agustus 2026.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, tim kembali ke Markas Komando Satpol PP Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Satpol PP dalam menjaga ketertiban umum serta melindungi masyarakat dari ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan.
Dokumentasi Kegiatan :






(Penulis: AND, Editor: AAR/YS, Layout: YS, Foto: Tim Media)