Ilustrasi Social Distancing antisipasi penyebaran COVID-19, (Sumber: https://www.freepik.com/free-vector/social-distancing-concept_7533033.htm)

Palangka Raya, (satpolpp.kalteng.go.id) – Giat Penanganan percepatan Covid-19 tetap terus di lakukan guna menekan penyebaran Covid-19 di Kalimantan Tengah terutama di Kota Palangka Raya oleh Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Tengah.

Berbagai macam upaya telah di lakukan seperti mensosialisasikan pentingnya social distancing sebagaimana berdasarkan PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial yang beberapa waktu lalu telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Pentingnya memahami social distancing, serta mengamalkan kedalam kegiatan sehari-hari, tentu akan memberikan dampak yang besar dalam hal penekanan penyebaran Covid-19. Berikut adalah gambaran mengenai social distancing.

Di dalam menggalakan social distancing sebagai upaya penekanan penyebaran Covid-19, juga diperlukan APD atau alat pelindung diri yang berguna sebagai perlindungan diri agar meminimalisirkan kemungkinan terpapar virus Covid-19.

Berikut adalah ringkasan mengenai apa itu alat pelindung diri dan beberapa jenisnya yang akan mampu memaksimalkan sosial distancing yang telah digalakkan.

Masker

Ada 2 jenis masker yang umumnya digunakan sebagai APD dalam penanganan pasien COVID-19 atau orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.

Masker bedah merupakan masker penutup wajah yang terdiri dari 3 lapisan bahan yang digunakan sekali pakai. Masker ini dinilai efektif untuk mencegah masuknya virus Corona melalui mulut atau hidung, ketika ada percikan ludah penderita COVID-19 saat ia batuk, bersin, atau bicara.

Masker yang lebih efektif untuk mencegah virus Corona adalah masker N95. Masker ini terbuat dari bahan polyurethane dan polypropylene yang mampu menyaring hampir 95% partikel berukuran kecil. Masker N95 memiliki bentuk yang dapat menutup area mulut dan hidung dengan lebih rapat, bila ukurannya sesuai.

Untuk mengurangi risiko penularan dan mencegah penularan kepada orang lain, pemerintah menyarankan masyarakat yang bukan tenaga medis untuk menggunakan masker kain.

Pelindung mata

Pelindung mata atau google terbuat dari bahan plastik transparan yang berfungsi untuk melindungi mata dari paparan virus yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui mata. Alat pelindung ini harus pas menutupi area mata, serta tidak mudah berkabut atau mengganggu penglihatan

Pelindung wajah

Sama halnya dengan pelindung mata, pelindung wajah juga terbuat dari bahan plastik jernih dan transparan. Jenis APD ini dapat menutupi seluruh area wajah, mulai dari dahi hingga dagu.

Bersama masker dan pelindung mata, pelindung wajah mampu melindungi area wajah dari percikan air liur atau dahak saat pasien COVID-19 batuk atau bersin.

Gaun medis

Gaun medis digunakan untuk melindungi lengan dan area tubuh dari paparan virus selama tenaga medis melakukan prosedur penanganan dan perawatan pasien.

Berdasarkan penggunaannya, terdapat dua jenis gaun medis, yaitu gaun sekali pakai dan gaun yang bisa dipakai ulang. Gaun sekali pakai adalah gaun yang dirancang untuk dibuang setelah satu kali pakai. Jenis gaun ini terbuat dari bahan serat sintetis, seperti polypropylene, poliester, dan polyethylene, yang dikombinasikan dengan plastik.

Sedangkan gaun yang bisa dipakai ulang adalah gaun yang dapat digunakan lagi setelah dicuci atau dibersihkan. Pemakaiannya bisa hingga maksimal 50 kali, selama gaun tidak robek atau rusak. Gaun ini terbuat dari bahan katun atau poliester, atau kombinasi keduanya.

Gaun medis juga perlu dilengkapi dengan celemek atau apron untuk melapisi bagian luar gaun. Apron tersebut umumnya terbuat dari plastik yang tahan terhadap disinfektan.

Sarung tangan medis

Sarung tangan medis digunakan untuk melindungi tangan para petugas medis dari cairan tubuh pasien selama merawat pasien COVID-19. Sarung tangan ini idealnya tidak mudah sobek, aman digunakan, dan ukurannya pas di tangan.

Sarung tangan yang sesuai standar penanganan COVID-19 harus terbuat bahan lateks atau karet, polyvynil chloride (PVC), nitrile, dan polyurethane.

Sepatu pelindung

Sepatu pelindung digunakan untuk melindungi bagian kaki petugas medis dari paparan cairan tubuh pasien COVID-19. Sepatu pelindung umumnya terbuat dari karet atau kain yang tahan air dan harus menutup seluruh kaki hingga betis.

Semoga Tuhan selalu melindungi kita dan wabah Covid-19 segera berlalu.

Penulis: MRP, Editor: AAR/YS, Layout: YS, Foto: DAS/MRP )

Social media sharing

Leave A Reply

SELAMAT DATANG DI WEBSITE SATPOL PP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH